Senin, 12 Oktober 2009

Maria Ozawa (Miyabi) Kenapa Harus dihujat?



Siapa yang tidak kenal dengan nama yang satu ini, khususnya anak-anak muda yang “nakal” yang sering browsing internet ataupun menyewa vcd bajakan di rental-rental terselubung. Nama Maria Ozawa atau lebih dikenal dengan nama Miyabi ini menjadi berita yang menghebohkan di negeri ini. Beberapa hari terakhir ini namanya menghiasi media televisi maupun koran diseluruh nusantara. Apa sebabnya?

Bermula dari keterangan seorang produser film yang akan menggarap sebuah film baru yang diberi judul “Menculik Miyabi”, dengan mendatangkan artis impor dari Jepang yang tidak lain adalah Miyabi itu sendiri. Kehebohan terjadi dikalangan para fans Miyabi yang sebelumnya hanya bisa melihat dari rekaman VCD Porno dan tidak pernah tahu Miyabi yang sebenarnya itu seperti apa, kini mimoi mereka untuk bertemu dengan tokoh pujaan mereka akan terpenuhi sebab sebentar lagi akan datang ke Indonesia untuk membintangi film di negeri ini.
Namun, disisi lain banyak sekali terjadi penentangan atas kedatangan artis Porno yang satu ini. FPI yang dikenal sebagai salah satu gerakan Islam yang menentang kemaksiatan bahkan menggelar demo besar-besaran guna menolak kedatangan Miyabi tersebut, bahkan mereka berseru lebih baik mati daripada Miyabi sampai datang ke Indonesia. Tidak kalah menariknya adalah keikutsertaan MUI sebagai lembaga tertinggi Umat Islam di Indonesia yang ikut menolak sekaligus mengeluarkan fatwa haram untuk kedatangan Miyabi. Alasannya jelas, bahwa kedatangan Miyabi ke Indonesia bukan membawa manfaat akan tetapi lebih besar ke maksiyat. Apalagi bangsa Indonesia baru memulai untuk memperbaiki moral dan akhlak anak-anak banga. Belum datang saja sudah heboh begini apalagi kalau benar-benar datang...?

Dan perdebatan tentang jadi atau tidaknya kedatangan Miyabi ke Indonesia tinggal menunggu waktu saja, sebab di bulan ini kata Produser yang bersangkutan Miyabi akan benar-benar datang di Indonesia. Kontroversi memang selalu terjadi, apalagi yang menyangkut kepentingan umat, sekarang tinggal bagaimana sikap kita menyikapi masalah tersebut....? Setuju atau tidak...?

Minggu, 30 Agustus 2009

Mbah Surip, Arigato ku Tertawa.. ha..ha....ha...


Siapa yang tidak kenal dengan penyanyi Tak Gendong kemana-mana ini? atau dialah orang yang memiliki hak cipta atas kata-kata i love you full....Urip Achmad Rijanto bin Soekotjo, (lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1957 – meninggal di Jakarta, 4 Agustus 2009 pada umur 52 tahun) atau lebih populer sebagai Mbah Surip, adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia populer karena tawanya dan gayanya yang unik, dan karena lagu Tak Gendong dari album tahun 2003-nya yang juga berjudul Tak Gendong.
Daftar isi
Karir

Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama. Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip mengaku pernah menjalani berbagai macam profesi.

Mbah Surip dikenal dengan pengakuannya di media massa yang sering terdengar bercanda. Dia mengaku pernah bekerja di bidang pengeboran minyak serta tambang berlian. Dia juga mengklaim memiliki gelar Doktorandus, Insinyur, dan MBA, serta pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California. Menurut Mbah Surip, dia menciptakan lagu Tak Gendong saat berada di Amerika Serikat, bertemakan kerjasama saling bahu membahu dan belajar salah.

Popularitasnya yang didorong lagu Tak Gendong dan pemasarannya sebagai nada sambung sejak 17 Juni 2009 membawa hasil penjualan CD Mbah Surip ke posisi teratas di pasar musik Indonesia, menjual lebih dari 8 juta kopi CD yang setidaknya telah menghasilkan sekitar 33,4 miliar rupiah untuk almarhum tersebut. Sepeninggal Mbah Surip, angka penjualan tersebut bahkan mengalahkan angka penjualan CD raja musik pop asal Amerika Serikat Michael Jackson di Indonesia, yang juga telah almarhum di tahun yang sama. [5] Selain nada sambung, sebelum meninggal, dia merilis singel terakhirnya, Dielus-elus yang dirilis di bawah manajemen Kampung Artis.

Kehidupan pribadi

Masa kecil dan pendidikan

Urip adalah anak keempat dari tujuh bersaudara dari Sukotjo (alm.) dan Rasminah (alm.) yang beserta keluarga besarnya tinggal di Jalan Magersari Gang Buntu, kelurahan Magersari Mojokerto, Jawa Timur. Kehidupan masa kecilnya tergolong sulit karena dia harus bekerja membantu orang tuanya yang berjualan kikil sejak kecil. Dia sempat bekerja sebagai pedagang asongan, menjual antara lain es lilin dan kacang goreng keliling kampungnya. Walaupun penuh perjuangan, dia menyelesaikan sekolahnya, antara lain di SDN Karang Tengah II (1970), Sekolah Teknik Pasna Wiyata (1974), kemudian STM Brawijaya (1977). Dia bahkan menyelesaikan kuliah di Fakultas Teknik Mesin Universitas Sunan Giri Cabang Mojokerto (1979).

Keluarga dan pekerjaan awal

Setelah lulus kuliah, Urip menikah dengan Minuk Sulistyowati dan dikaruniai empat anak, antara lain Tita, Farid (yang kemudian menjadi manager Urip di Jakarta), Krisna, dan Ivo. Meski sudah memiliki empat anak, saat itu Urip masih belum memiliki pekerjaan tetap. Urip sempat bekerja sebagai tukang sobek karcis di bioskop Indra di daerah Alun-alun Kota Mojokerto dan juga di bioskop Indra di daerah, yang sekarang sudah tutup. Pada awal tahun 80-an, Urip memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Diduga bahwa karena Urip pergi merantau terlalu lama, istrinya yang berada di Mojokerto akhirnya memutuskan untuk bercerai dengannya dan menikah dengan lelaki lain. Setelah perceraian tersebut, Urip memutuskan untuk tetap menduda, tidak menikah lagi bahkan hingga hari kematiannya yang mendadak.

Setelah populer

Oleh kerabatnya, Urip dikenal sebagai orang yang bersahaja, baik sebelum maupun sesudah populer. Dia sering menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Mojokerto untuk nyekar (menabur bunga) di makam kedua orang tuanya di TPU Losari, Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.

Kematian

Mbah Surip tutup usia pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2009 pukul 10.30 WIB pagi, di puncak kepopulerannya di kancah musik Indonesia. Dia meninggal dunia akibat gagal jantung dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur.[9] Menurut bagian rekam medik RS Pusdikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS Pusdikkes.[10] Jenazah kemudian langsung diambil oleh kerabat yang membawanya yaitu pelawak Mamiek Prakoso. Menurut berita, serangan jantung tersebut disebabkan kebiasaan meminum kopi dan merokok Mbah Surip yang berat. Kejadian tersebut diberitakan karena Mbah Surip tiba-tiba meminum air dingin pada suatu kesempatan, sehingga menyebabkan jantungnya bekerja labil.

Jenazah Mbah Surip dimakamkan pada hari yang sama, Selasa malam tanggal 4 Agustus 2009, di Pemakaman Keluarga W.S. Rendra, di Depok, Jawa Barat yang lokasinya berdekatan dengan lokasi Bengkel Teater Rendra di Kampung Rawa RT 002/05 Cipayung Jaya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. ( tulisan ini disadur daru Wikipedia indonesia)

Ya meskipun beliau sudah meninggal dunia namun orang nyentrik yang satu ini telah menginspirasi banyak orang dengan banyak tawa, menghadapi hidup tidap susah, resepnya adalah banyak tertawa, kurangi tidur dan banyak minum kopi... ha..ha..ha... selamat jalan mbah Surip....

Selasa, 28 April 2009

Sama-sama Terlambat

Saat malam menjelang sang suami berbincang-bincang dengan istrinya di kamar tidur.

Suami : "Ma.. Besok kan Papa harus berangkat ke luar pulau, bangunin jam 5 pagi ya ma.. soalnya kapalnya berangkat jam 6 pagi.

Istri : "Tenang saja Pa.. ibu usahain bangunin papa jam 5 pagi.

Ternyata karena terlalu lelah, sang istri terlambat membangunkan Suaminya. Sang Suami pun terkejut karena dia kesiangan.

Suami : " Mama..!!! Gimana sih, kan papa minta dibangunin jam 5!!! (sambil berkemas-kemas)

Istri : "Maaf pa.. mama kesiangan, jadi terlambat membangunkan papa..."

Dengan terburu-buru sang suami pun naik ojek dan menuju ke pelabuhan... Ia pun melihat Kapal yang akan dinaikinya sudah berjarak 5 meter dari pelabuhan. Tanpa peduli apapun, sang suami pun terjun dan berenang mengejar kapal tersebut. Sesampainya di kapal sang suami bertemu seorang petugas kapal.

Petugas : "Maaf pak, apa yang bapak lakukan hingga bapak basah kuyup berenang memaiki kapal ini..?"

Suami : "Saya kesiangan dan harus berangkat menggunakan kapal ini. sehingga saya berusaha mengejar kapal ini."

Petugas : "Ta..ta..tapi pak, mohon maaf sebelumnya, kita juga mengalami keterlambatan. Kapal ini baru saja datang dan baru akan berangkat pukul 08.00 nanti.

Suami : "Apaaah!!!!?????!!!"

Soeharto Anak Siapa?

Pada suatu hari Tutut, anaknya Soeharto, lewat di jalan tol di Jakarta.

Penjaga Tol: "3000 rupiah".

Tutut yang emangnya ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.

Penjaga Tol: "Ini Bu, kembaliannya. "

Bu Tutut: "Sudah...simpan saja buat keluarga anda."

Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Tutut.

Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.

Penjaga Tol: "Ini Pak, kembaliannya 17 ribu."

Tommy: "Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda."

Penjaga langsung memasukan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.

Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol.

Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol. Soeharto menunggu uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol

Soeharto: "Lho, mana uang kembalian saya ?"

Penjaga Tol: "Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi bu Tutut dan pak Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya, masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian?? "

Soeharto: "Tunggu dulu mas !! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??"

Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: "Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh Anaknya Presiden."

Soeharto: "Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani !!
Sekarang, mana kembalian saya??"

Penjaga Tol : !@$@!$!%!^$@ ^

Presiden Ke Tujuh

Seorang guru bertanya kepada muridnya: "Anak-anak, Presiden Habiebie adalah presiden kita ke berapa ?"

Semua menjawab: "Ketiga bu guruuuuuu�"

Kecuali seorang anak bernama Deden Bolot, dia menjawab: "Ketujuh bu guruuuuuu�"

Semua memandang Deden Bolot dengan heran.

Kemudian Bu gurunya bertanya lagi: "Coba Deden Bolot sebutkan satu persatu."

Deden Bolot: "Pertama Sukarno bu Guru."

Bu Guru: "Lalu ? "

Deden Bolot: "Suharto bu guru."

Bu Guru: "Lalu ? "

Deden Bolot: "Suharto, Suharto, Suharto, Suharto, baru Habiebie bu Guru".

Bu Guru : "???" (mikir�)

Ciri-ciri Cowok Yang Tidak lagi Muda

01. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.

02. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat. (buat yang sudah married..)

03. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin. (kalau montir pakai minyak oli..)

04. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan. (what is the kamsud?)

05. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras. (haha.. mulai adult content nih)

06. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down.

07. Dulu sering siul2in cewe, sekarang malah siul2in burung.

08. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis.

09. Dulu sering ajak makan enak, sekarang sering ajak makan obat.

10. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan. (bener juga..)

11. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda. (hm..)

12. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.

13. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih. (haha..)

14. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ... ampuuuuun .......

15. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk. (ga ada hubungannya deh )

Pacar Pertama

Cita-cita Joni setelah menikah dia ingin mandiri maksudnya dia tidak ingin setelah menikah tinggal di rumah orang tuanya atau rumah mertuanya, karena ia ingin langsung punya rumah entah rumah sendiri ataupun rumah kontrakan. Akhirnya Joni menikah dengan Aminah.

Cita-cita Joni punya rumah sendiri akhirnya kesampaian juga meskipun hanya rumah kontrakan saja.

Joni bingung kenapa baru menikah tiga hari isterinya Aminah kelihatan kecewa.

Joni : "Baru dua hari menjadi isteriku, mengapa kau murung, sayang ? Apakah kau kecewa karena rumah yang kita tempati ini hanya rumah kontrakan ?"

Aminah : "Bukan itu yang membuatku kecewa, Mas."

Joni : "Jadi apa yang membuatmu kecewa ?"

Aminah : "Rumah yang kita kontrak ini adalah milik pacar pertamaku. Aku jadi terkenang padanya karena di kamar inilah aku dulu sering berduaan bersamanya. "

Joni : "Haa...!!!???"

Bocah Lugu

Melihat kerumunan orang yang ramai di sepanjang jalan menuju makam, seorang pemuda menghampiri bocah yang dengan seriusnya mengikuti jalanya acara pemakaman

"Siapa yang meninggal cah?" Tanya Pemuda itu dengan penasaran.

Sang bocah dengan kalemnya menjawab : "Itu....yang di dalam peti..."

Pemuda : "!!!##????"